Perancangan Glamping dengan Konsep Ekologis dalam Pengembangan Fasilitas di Kawasan Wisata Pantai Mutiara

Authors

  • Elby Putra Adrie Loho Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung
  • Diyah Ayu Saputri Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.61132/venus.v3i6.1227

Keywords:

Coastal, Ecology, Ecosystem, Glamping, Tourism

Abstract

The development of sustainable tourism facilities is one of the important efforts in increasing the attractiveness of destinations while preserving the environment. This study aims to analyze the implementation of ecological concepts in the development of glamping facilities in the Pearl Beach tourist area. The method used is a descriptive qualitative approach, with data collection through field observations, interviews with managers and tourists, and literature studies related to ecotourism principles and sustainable design. The results of the study show that the application of ecological concepts in glamping facilities in Mutiara Beach includes the use of environmentally friendly materials, integrated waste management, the application of energy efficiency, and designs that integrate the natural landscape without damaging the coastal ecosystem. The application of this concept not only improves the comfort and experience of tourists, but also contributes to increasing environmental awareness and strengthening the positive image of tourist destinations. In addition, this ecologically-conceptual glamping development model is expected to be a reference for the development of sustainable tourism facilities in other coastal areas, which prioritizes nature preservation and the welfare of local communities.

References

Darmawan, U. A. (2025). Dampak sosial budaya pariwisata terhadap komunitas lokal di destinasi wisata alam. Tourism and Hospitality Research, 1(1), 9–15. https://doi.org/10.70716/thr.v1i1.54

Fakultas Geografi UGM. (2017). Prosiding peran geografi dalam pengelolaan sumberdaya wilayah NKRI di era teknologi (A. R. I. D. Shara, A. R. Pratama, D. Barirotuttaqiyyah, I. Fatimah, I. Chairunnisa, R. Pridiatama, & R. Alaji, Eds.; 1st ed.). Badan Penerbit Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. www.geo.ugm.ac.id

Frick, H., & Suskiyatno, F. X. (1998). Dasar-dasar eko-arsitektur, konsep arsitektur berwawasan lingkungan serta kualitas konstruksi dan bahan bangunan untuk rumah sehat dan dampaknya atas kesehatan manusia. Kanisius.

Hidayat, T., & Duski, F. F. (2025). Analisis strategi pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan pada Pulau Angso Duo sebagai ikon Kota Pariaman yang siap bersaing di kancah global. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 7(2), 225–240. https://doi.org/10.37253/altasia.v7i2.10269

Husamah, H., & Hudha, A. M. (2018). Evaluasi implementasi prinsip ekoswisata berbasis masyarakat dalam pengelolaan Clungup Mangrove Conservation Sumbermanjing Wetan, Malang. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 8(1), 86–95. https://doi.org/10.29244/jpsl.8.1.86-95

Irawati, N., & Prasetyo, H. (2025). Pariwisata berkelanjutan: Konsep, penerapan, dan tantangan. Widina Media Utama.

Panggabean, H. M., Ginting, J. N., Nduru, S. W., Manullang, Y. P., & Batubara, L. S. (2023). Sosialisasi “Glamping Camp” sebagai potensi bisnis pariwisata berkelanjutan. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 168–177. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i1.2358

Pemerintahan Kabupaten Trenggalek. (2012). Rencana tata ruang wilayah Kabupaten Trenggalek tahun 2012-2032.

Prathama, A., Nuraini, R. E., & Firdausi, Y. (2020). Pembangunan pariwisata berkelanjutan dalam prespektif lingkungan (studi kasus wisata alam Waduk Gondang di Kabupaten Lamongan). Jurnal Sosial Ekonomi dan Politik, 1(3), 29–38. http://www.jsep.org/index.php/jsep/index

Presiden Republik Indonesia. (1997). Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. www.bphn.go.id

Presiden Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Presiden Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2024 Perubahan Atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Putri, E. D. H., Yulianto, A., Wardani, D. M., & Saputro, L. E. (2022). Dampak ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap ekowisata berbasis masyarakat. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 27(3), 317–327. https://doi.org/10.30647/jip.v27i3.1632

Rustam. (2014). Konservasi sumberdaya pesisir dan laut. KRETAKUPA Print.

Zerah, Tahirs, J. P., & Marchellin. (2024). Dampak ekonomi pariwisata berkelanjutan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal di Ke’ Te’ Kesu. Journal of Social Science Research, 4. https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Elby Putra Adrie Loho, & Diyah Ayu Saputri. (2025). Perancangan Glamping dengan Konsep Ekologis dalam Pengembangan Fasilitas di Kawasan Wisata Pantai Mutiara. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik , 3(6), 129–141. https://doi.org/10.61132/venus.v3i6.1227

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.