Analisis Perizinan Olah Gerak Kapal (Shifting Permit) menggunakan Sistem Operasi Layanan Kapal Digital guna mendukung Operasional Transhipment di Pt. Dian Ciptamas Agung Site Bunati

Authors

  • Vickri Ananda Pringgondani Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
  • Sitti Syamsiah Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
  • Nurul Hatifah Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar

DOI:

https://doi.org/10.61132/globe.v4i3.1411

Keywords:

Inaportnet, Phinnisi, Shifting Permit, Ship Service Operations, Transhipment

Abstract

This research is motivated by the existing obstacles in processing the shifting permit activities. This study aims to analyze the management of shifting permit activities using the digital ship service operations system at PT. Dian Ciptamas Agung, Bunati Site, as well as to identify and evaluate the obstacles and efforts that can be made to support transhipment operations. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection methods including participatory observation, interviews, and document studies. The research is conducted at PT. Dian Ciptamas Agung, Bunati site, South Kalimantan Province. The implementation of this research will take place over approximately 12 months ( August 4, 2024 – July 15, 2025). The process of obtaining a shifting permit for transhipment operations at PT. Dian Ciptamas Agung, Bunati Site has referred to and complied with Law Number 66 of 2024 and Minister of Transportation Regulation Number PM 8 of 2022. This is supported by the existence of digital vessel service operating systems such as Inaportner and Phinnisi. Nonetheless, several obstacles are still encountered, such as the submission of the Letter of Application for Ship Movement (SPOG) being delayed due to the mooring PPK not appearing automatically on Inaportnet, and the submission for pilotage requests on the Phinnisi system being rejected due to the Pelindo operator entering the wrong time in the Vessel Berthing Plan (RPK).

References

Armadya, M. Putra. (2025). Optimalisasi waktu siklus muat batu bara pada kapal yang di ageni oleh PT Maritel Bahtera Abadi. Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. https://doi.org/10.25104/transla.v27i1.2423

Habib, Rijal, et al. (2022). Analisis efektivitas pelayanan dokumen shifting permit selama pandemi COVID-19 di PT. Oremus Bahari Mandiri Cabang Kuala Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara. Jurnal Andromeda, 6(1), 211–226.

Hadi, S. (2019). Manajemen operasi pelayaran niaga. Penerbit Angkasa Raya.

International Maritime Organization. (2016). International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code. IMO Publishing.

Kavirathna, Chathumi, et al. (2018). Transshipment hub port selection criteria by shipping lines: The case of hub ports around the Bay of Bengal. Journal of Shipping and Trade. https://doi.org/10.1186/s41072-018-0030-5

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 60 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 16 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengangkutan dan Pengendalian Muatan Barang Berbahaya di Pelabuhan.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 28 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar dan Persetujuan Kegiatan Kapal di Pelabuhan.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 16 Tahun 2023 tentang Perubahan Keempat atas PM 36 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. https://doi.org/10.36277/jurnaldejure.v17i2.1153

Mantow, N., dkk. (2022). Shipping Agency Management. Maritim Press Indonesia.

Notteboom, T. E., et al. (2019). The relationship between transhipment incidence and throughput volatility in Nort European and Mediterranean container ports. Journal of Transport Geography, 74, 371–381. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2019.01.002

Pratama, Andi M. F. (2024). Optimalisasi Pelayanan Shifting Permit SPOG (Surat Persetujuan Olah Gerak Kapal) oleh PT. Orela Bahari Mandiri Cab. Balikpapan. Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

Rakhman, R. A., et al. (2021). Penerapan Inaportnet dalam proses pelayanan penyandaran kapal: Studi kasus. Jurnal Dinamika Bahari, 2(1), 1–5. https://doi.org/10.46484/db.v2i1.264

Subandrijo, D. (2014). Olah Gerak dan Pengendalian Kapal. Badan Penerbitan Buku Maritim.

United Nations Conference on Trade and Development. (2024). Review of maritime transport 2024: Navigating maritime chokepoints. United Nations Publications. unctad.org

Uscha, U., et al. (2021). Analisis proses penerbitan dokumen shifting permit (Ijin Gerak) kapal PHM (Pertamina Hulu Mahakam) pada PT Oremus Bahari Mandiri TBK Cabang Samarinda. Jurnal Andromeda, 5(1), 44–52.

Utama, A. W. (2018). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penundaan pengiriman barang melalui jalur laut. Jurnal Citra Widya Edukasi, 10(2), 97–108. https://doi.org/10.30813/jab.v10i2.994

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Vickri Ananda Pringgondani, Sitti Syamsiah, & Nurul Hatifah. (2026). Analisis Perizinan Olah Gerak Kapal (Shifting Permit) menggunakan Sistem Operasi Layanan Kapal Digital guna mendukung Operasional Transhipment di Pt. Dian Ciptamas Agung Site Bunati. Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan, 4(3), 01–13. https://doi.org/10.61132/globe.v4i3.1411

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.