Analisis Dampak Aktivitas Masyarakat Terhadap Kawasan Lindung Kampwolker, Distrik Heram, Kota Jayapura
DOI:
https://doi.org/10.61132/konstruksi.v3i2.770Keywords:
Activities, Impact, LandAbstract
Kampwolker is one of the areas included in the Cyclops nature reserve, therefore all components of the ecosystem need to be protected and their development occurs naturally. However, nowadays there have been community activities that have caused land changes. The research method used in this research is mixed method and there are two data analysis techniques used, namely, overlay data analysis techniques and quantitative data analysis techniques. Overlay data analysis can produce land changes that increase every year, while quantitative data analysis techniques can produce community activities that have an impact on the Kampwolker protected area and efforts to overcome these problems. Land changes occur due to community activities. The impact is that the water discharge has decreased so that the Kampwolker river experiences drought.
References
Badan Perencanaan Pembangunan Kota Jayapura. (2013). Dokumen Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2013–2033.
Eko, T., & Rahayu, S. (2015). Land use change and suitability for RDTR in peri-urban areas: Case Study: District Mlati. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 8(4), 330–340.
Fauziyah, & Muh Iman. (2020). Perubahan Alih Fungsi Lahan. Deepublish.
Haeraty, W., & Walukouw, A. F. (2022). Penentuan kualitas mutu air sungai Kampwolker Jayapura dengan metode STORET. Dinamis Lingkungan Indonesia, 9(1), 58. https://doi.org/10.31258/dli.9.1.p.58-63
Iqbal, M. (2020). Metode mixed methods. Skripsi.
Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Nomor 782/Menhut-II/2012, tentang penunjukan hutan di wilayah Provinsi Daerah tingkat 1 Irian Jaya seluas ±42.224.840 hektar.
Keputusan Presiden. (1990). Keppres No. 32 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.
Nugroho, A. S. (2017). Perubahan penggunaan lahan sawah menjadi non sawah dan pengaruhnya terhadap keberlanjutan sawah lestari di Kabupaten Klaten. Jurnal Geo Image, 6(2), 139–146.
Pemerintah Indonesia. (2007). Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Rahma, I. Y. (2020). Analisis komparasi metode pemetaan ekosistem mangrove menggunakan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 17(2), 49–55. https://doi.org/10.15294/jg.v17i2.24417
Rahmaoktaviani, D., & Setiawan, I. (2020). Pengelolaan bisnis sanggar senam aerobik di Kabupaten Rembang. Physical Education and Sport, 1(2), 409–413.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.
Sulistiawati, S. (2015). Analisis perubahan penggunaan lahan Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang tahun 1993–2013. Jurnal Komposit, 9(1), 1–18.
Syarif, H. K. (2018). Evaluasi rencana tata ruang kawasan pesisir Kota Bulukumba (Studi kasus Kelurahan Kalumeme, Kelurahan Ela-Ela, Kelurahan Terang-Terang, Kelurahan Bentenge, dan Kelurahan Kasimpureng Kecamatan Ujung Bulu). UIN Alauddin Makassar, Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.